Mengenal Koperasi Mahasiswa Lebih Dalam

Sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1 Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Oleh karena itu, koperasi mempunyai peranan cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai ekonomi terbatas.

Tujuan dari koperasi adalah untuk mensejahterakan anggotanya atau masyarakat. Sudah jelas berarti ikut membangun perekonomian negara dan asas yang diterapkan adalah asas kekeluargaan. Sama halnya seperti Koperasi Mahasiswa. Letak dari koperasi tersebut berada di kalangan mahasiswa yang dimana selain turut memajukan ekonomi rakyat mahasiswa menjadi memiliki jiwa-jiwa yang siap untuk terjun kemasayarakat karena telah memiliki pengalaman perkoperasian.

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) adalah koperasi yang berbasis mahasiswa dimana anggota, pengurus dan pengawasnya adalah mahasiswa.

Karena Kopma berbasis mahasiswa maka: Anggota Kopma adalah mahasiswa-mahasiswa yang terdaftar dalam keanggotaan kopma. Syarat untuk menjadi anggota Kopma adalah mahasiswa harus memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib untuk digunakan Kopma menjalankan kegiatan usaha. Jika usaha Kopma mendapatkan keuntungan maka anggota akan mendapatkan persentase keuntungan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Pengurus Kopma adalah para anggota Kopma yang telah ditunjuk dan disepakati oleh seluruh anggota sebagai pengurus pada Rapat Anggota. Pengurus memiliki kewajiban untuk mengelola koperasi, menjalankan usaha, dan menjalankan kegiatan pendidikan untuk anggota Kopma. Badan Pengawas adalah para anggota Kopma yang ditunjuk dan disepakati oleh anggota sebagai pengawas dalam Rapat Anggota. Pengawas bertugas mengawasi kinerja para pengurus Kopma. Mekanisme pengawasan yang di atur dalam UU (25 th. 1992) Koperasi adalah dengan membentuk badan pengawas.

Kopma memiliki kewajiban untuk mendidik mahasiswa bagaimana cara untuk berkoperasi, belajar berwirausaha, dan menjalankan usaha. Nilai plus yang didapatkan di kopma selain tiga hal tersebut adalah kader bisa belajar bagaimana berorganisasi, mengelola keuangan, menjalankan kegiatan pendidikan dan mengelola administrasi.

Secara umum koperasi dibentuk untuk melayani kebutuhan anggota. Maka begitupun kopma, kopma dibentuk untuk melayani kebutuhan mahasiswa (anggota).

Usaha-usaha yang ada dikopma pada umumnya adalah apa yang menyangkut kebutuhan dari mahasiswa, yaitu: minicafe, minimarket, fotocopy dan perdagangan umum.

Hubungan Antara Ekonomi Koperasi dengan Ekonomi Kerakyatan

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, tentu kita tahu bahwa sangat sulit untuk mencari pekerjaan. Persaingan antar personal dalam mencari kerja amat ketat pada masa sekarang. Namun ironisnya, peningkatan mutu seleksi dalam suatu pekerjaan tidak di barengi dengan peningkatan mutu pendidikan di negeri ini, hal ini menyebabkan banyak pengangguran dan kemiskinan dimana-mana. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah melakukan langkah antisipasi salah satunya adalah dengan membuat koperasi.

 

            “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.”

 

Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu : Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi. Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas. Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.

Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang kedaulatannya berada di tangan rakyat  yaitu ekonomi yang di gali dan di potensikan dari mayarakat indonesia sendiri dan di kembangkan serta diperoleh manfaat untuk masyarakat indonesia sendiri. Di indonesia sekarang ini,ekonomi kerakyatan mulai di kembangkan misalnya saja saat ini indonesia sedang giat menggali usaha kecil menengah (UKM) yang merupakan bentuk dari ekonomi kerakyatan. Melalui usaha kecil menengah potensi pengembangan dan kemandirian rakyat indonesia meningkat.

Berbicara masalah ekonomi kerakyatan sangat erat kaitannya dengan ekonomi koperasi  karena ekonomi koperasi merupakan suatu lembaga penyalur untuk ekonomi kerakyatan  sebagai contoh suatu usaha kerajinan tangan anyaman yang merupakan usaha kecil menengah di suatu desa, pada awalnya menemui masalah besar yaitu masalah pendanaan dan modal usaha namun berkat bantuan koperasi unit desa (KUD) yang ada di desanya,akhirnya usaha kerajinan tangan itu dapat berlanjut kembali. Koperasi unit desa ini sangat membantu masyarakat yang memiliki usaha kecil karena koperasi unit desa menyediakan bantuan permodalan untuk keberlangsungan usaha tersebut.

  1. Peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan

 

Ekonomi Kerakyatan adalah merupakan sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Ekonomi Kerakyatan memiliki prinsip bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, selain itu ekonomi kerakyatan juga menginginkan kemakmuran rakyat. Prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan itu seluruhnya terkandung dalam Koperasi. Dalam konteks ekonomi kerakyatakan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat, sedangkan pengelolaannya di bawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat sendiri.

Prinsip demokrasi ekonomi tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang berasaskan kekeluargaan. Hal ini menunjukan bahwa Koperasi memiliki peranan dalam Ekonomi Kerakyatan karena Koperasi merupakan bentuk perusahan, satu-satunya bentuk perusahaan yang sesuai dengan Ekonomi Kerakyatan.

Peranan Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan bisa dilihat dari penjabaran yang lebih terperinci mengenai Pengertian Koperasi di Indonesia. Pengertianya adalah sebagai berikut :

 

  1. Koperasi didirikan atas dasar adanya kesamaan kebutuhan diantara para anggotanya, Kebutuhan yang sama ini lalu diusahakan pemenuhnya melalui pembentukan perusahaan. Dengan adanya perusahaan yang dimilki secara bersama-sama,maka diharapkan kebutuhan itu dapat dipenuhi dengan cara yang lebih baik disbandingdengan dilakukan oleh masing-masinganggota secara perorangan.

 

  1. Koperasi didirikan atas dasar kesadaran mengenai keterbatasan kemampuan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk menyatukan diri demi kepentingan bersama yang lebih besar. Usaha itu dilandasi oleh suatu cita-cita yang luhur untuk menolong diri sendiri atas dasar keyakinan akan harga diri, kesadaran pribadi serta rasa setia kawan.

 

Ekonomi kerakyatan mungkin menjadi sebuah frase yang sering kita dengar ketika pemilihan umum beberapa waktu lalu. Ekonomi kerakyatan menjadi sebuah “senjata” para kandidat pemimpin tersebut untuk menarik perhatian rakyat agar memilih mereka. Namun seiring berjalannya waktu,ekonomi kerakyatan hanya menyisakan konsep belaka, tidak ada manuver konkret dari para pemimpin untuk bisa mewujudkan apa itu ekonomi kerakyatan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Padahal jika kita tilik lebih dalam, negara ini pada dasarnya sudah memiliki konsep ekonomi kerakyatan yang tertuang dalam konstitusi. Krisis moneter yang melanda beberapa negara di kawasan Asia (Korea, Thailand, Indonesia, Malaysia ) pada tahun 1997 setidaknya menjadi saksi sejarah dan sekaligus memberikan pelajaran sangat berharga bahwa sesungguhnya pengembangan ekonomi bangsa yang berbasis konglomerasi itu rentan terhadap badai krisis moneter. Sementara itu, pada saat yang sama kita dapat menyaksikan bahwa ekonomi kerakyatan (diantara mereka adalah koperasi), yang sangat berbeda jauh karakteristiknya dengan ekonomi konglomerasi, mampu menunjukkan daya tahannya terhadap gempuran badai krisis moneter yang melanda Indonesia.
Dalam konteks ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi, kegiatan produksi dan konsumsi dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat, sedangkan pengelolaannya dibawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat sendiri. Prinsip demokrasi ekonomi tersebut hanya dapat diimplementasikan dalam wadah koperasi yang berasaskan kekeluargaan. Secara operasional, jika koperasi menjadi lebih berdaya, maka kegiatan produksi dan konsumsi yang jika dikerjakan sendiri-sendiri tidak akan berhasil, maka melalui koperasi yang telah mendapatkan mandat dari anggota-anggotanya hal tersebut dapat dilakukan dengan lebih berhasil. Dengan kata lain, kepentingan ekonomi rakyat, terutama kelompok masyarakat yang berada pada aras ekonomi kelas bawah (misalnya petani, nelayan, pedagang kaki lima) akan relatif lebih mudah diperjuangkan kepentingan ekonominya melalui wadah koperasi. Inilah sesungguhnya yang menjadi latar belakang pentingnya pemberdayaan koperasi.
Koperasi bisa mencakupi kehidupan ekonomi seluruh masyarakat meskipun mereka tidak memiliki modal yang besar, namun koperasi memberikan wadah untuk bisa menunjang perkembangan ekonomi masyarakat dalam mengembangkan usahanya. UKM dan Koperasi adalah dua hal yang saling membutuhkan satu sama lainnya.

Eksistensi UKM akan selalu terjaga jika para wirausahawan mau bekerja sama dengan koperasi,dan sebaliknya, koperasi akan selalu lestari jika terus mampu menarik masyarakat melalui asas kekeluargaannya. Kedua, UKM dan koperasi adalah ujung tombak untuk menggairahkan kehidupan ekonomi masyarakat. Koperasi sangat diperlukan sebagai benteng mempertahankan dan memajukan ekonomi Indonesia. Kita bisa melihat asas ekonomi yang masih bergantung pada sistem kapitalisme pada akhirnya juga menyisakan krisis di tengah perekonomian dunia. Kasus subprime mortgage yang terjadi di Amerika Serikat akhir 2008 lalu adalah salah satu contoh bahwa sistem ekonomi kapitalis tidak menjamin kesejahtreaan rakyat secara menyeluruh, dan hingga kini, krisis masih dirasakan oleh Negara-negara yang sistem perekonomiannnya masih didasari pada nilai kapitalisme, seperti Yunani, dan Irlandia.
Jadi, antara ekonomi koperasi dengan ekonomi kerakyatan memiliki hubungan yang sangat erat karena keduanya saling keterkaitan dan saling membantu satu sama lain. untuk itu ,koperasi unit desa harus di kembangkan oleh setiap desa agar perekonomian pedesaan tidak tertinggal dengan perekonomian perkotaan. Oleh karena itu, hendaknya kita bisa memanfaatkan peran koperasi dan UKM untuk mengembangkan perekonomian masyarakat yang lebih baik. Koperasi adalah ciri khas yang dimiliki bangsa ini. Semangat kekeluargaan yang dimiliki koperasi adalah modal utama untuk menggerakkan perekonomian demi kesejahteraan rakyat, dan mewujudkan ekonomi kerakyatan yang sejati.

By : Zahra Viola Sari (CSG XXXII Fakultas Syariah 2016)

Starup Digital sebagai Bisnis Mahasiswa Zaman Now

Apa itu Starup Digital ?

Menurut wikipedia Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi, yang sebagian besarnya merupakan perusahaan baru didirikan, berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat. Definisi tersebut mungkin lebih pada peristilahannya, maknanya kurang lebih startup adalah perusahaan baru yang sedang dikembangkan.

Startup Di Bumi Indonesia

Menurut catatan, di Indonesia kurang lebih terdapat 1500-an startup. Dan setiap tahun, atau bahkan setiap bulannya, muncul founder-founder baru pemilik startup. Pengguna internet Indonesia sampai saat ini terus tumbuh setiap tahunnya. Dan tentunya  ini menjadi ladang tersendiri bagi bisnis di dunia online

Jadi, bisnis digital sangat cocok untuk mahasiswa, karena di era modern ini semua serba menggunakan teknologi, semua pengen mudah, cepat dan murah. Makanya bisnis yang cocok untuk mahasiswa adalah bisnis Starup Digital. Khususnya sekarang ini mahasiswa Indonesia harus memulai memperkembangkan teknologi, siapapun itu dan dimanapun jurusannya harus mulai membuka mata untuk membangun atau memperluas teknologi, karena kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi khususnya gadget. Sehingga peran mahasiswa dalam memperluas bisnis melalui Starup Digital ini sangat banyak peluangnya terutama di Zaman Now ini.

By : Syalsa Elsa (CSG XXXII Fakultas Syariah)

 

Peran Koperasi dalam Suatu Negara

Koperasi merupakan suatu organisasi yang mandiri dalam pembentukannya, ini membuat koperasi diterima dan dikembangkan diberbagai negara. Salah satu alasannya yaitu:

  1. Koperasi merupakan organisasi yang terbuka dan melibatkan seluruh anggota dalam memutuskan sesuatu maka koperasi disebut sebagai organisasi yang demokratis. Koperasi tidak semata –mata dimiliki seseorang, tetapi koperasi didirikan, dimiliki, dan dikelola bersama.
  2. Struktur organisasi dikoperasi bersifat fleksibel, jadi tidak ada batasan ataupun sekat diantara anggota.
  3. Anggota mendapatkan pelayanan secara langsung baik jasa ataupun barang yang dibutuhkan namun harus sesuai prosedur.

 

Nah, dari beberapa alasan diatas dapat disimpulkan bahwa koperasi berorientasi pada anggota dan kontribusi koperasi bagi pembangunan adalah dalam bidang sosial ekonomi. Koperasi juga didirikan sebagai saran memeperbaiki situasi dibidang ekonomi, sosial, dan budaya serta mengembangkan sumber daya modal yang ditujukan untuk usaha-usaha yang dapat menguntungkan juga bagi anggotanya. Dalam hal ini koperasi juga membentu pemerintah mengurangi pengangguran karena tersedianya lapangan pekerjaan dan  bisa juga menjadi pelajaran bagi anggotanya untuk dapat membuka peluang usaha nantinya. PPB juga menegaskan pembentukan dan pengembangan koperasi sangat penting bagi pembangunan dibidang sosial ekonomi dalam di suatu negara berkembang.

By : Nur Azizah (CSG XXXII Fakultas Syariah 2016)

Korupsi Jadi Penghambat Utama Daya Saing Koperasi

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mengungkapkan, bahwa saat ini koperasi sedang menghadapi tantangan dalam daya saing. Lantaran menurutnya salah satu faktor yang menghambat daya saing koperasi, yakni masalah korupsi. Hal itu diungkapkan Braman Setyo dalam acara Kongres Akrindo III dengan Tema “Meneguhkan ekonomi kerakyatan melalui ritel koperasi yang maju dan bermartabat dalam bingkai NKRI” di Malang, Jawa Timur.  Acara ini turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi.

“Kami hadir dari LPDB agar bisa menjawab semua tantangan yang akan kita lewati semua bahwa faktor penghambat daya saing koperasi saat ini menjadi suatu perhatian bapak presiden,” kata Braman di hadapan peserta kongres dalam keterangan resminya.

Menurut Braman, masalah korupsi menempati urutan utama faktor yang menghambat daya saing koperasi, selain tiga faktor lainnya seperti birokrasi yang berbelit, ketersediaan infrastruktur yang belum memadai dan sulitnya akses pembiayaan baik dari lembaga keuangan perbankan, LPDB, maupun Badan Layanan Umum (BLU) lainnya.

“Tapi fokus LPDB bagimana memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM. Saya akan memberikan bagaimana kemudahan itu bagi KUMKM,” tegasnya.

Terang dia seiring begitu derasnya arus globalisasi mengharuskan koperasi di Tanah Air meningkatkan kualitas diri, melalui tiga program Reformasi Total Koperasi yang digalakkan oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, yaitu rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan.
“Karena sekarang ini arus globalisasi begitu cepat, sementara koperasi berkembangnya selalu bertambah jumlahnya, semakin besar tapi kalau kita lihat kualitasnya agak tidak sebanding. Oleh karena itu bagaiamana kita kelola ini secara berkualitas,” papar dia

Braman punya keinginan supaya koperasi khususnya yang bergerak di sektor riil semakin menggeliat, sehingga tidak kalah bersaing dengan ritel modern. Salah satu caranya dengan mendorong koperasi memanfaatkan sarana teknologi informasi, serta membuka kemudahan akses pinjaman dana bergulir.

“Tentunya kita belum bisa mengalahkan ritel modern, tapi bagaimana kita mengembangkan tentu itu ada di kewenangan kami, ada di LPDB,” ucap mantan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM itu.

Hingga 31 Agustus 2017 LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman dana bergulir sebesar Rp8,49 triliun kepada 4.300 mitra. Sedangkan tahun depan, lembaga yang menjadi satuan kerja dari Kemenkop dan UKM akan menyalurkan total pinjaman Rp1,2 triliun, baik untuk KSP, koperasi sektor riil, UMKM, maupun LKB/LKBB.

by : Indah Ayu Lestari (CSG XXXII Fak Ekonomi dan Bisnis 2017)

Koperasi Sebagai Modal Kewirausahaan

Sebagian orang mungkin masih berpikir mengenai dari mana koperasi mendapatkan modal. Koperasi adalah badan usaha yang tidak mengambil untuk banyak dari para warga karena tujuan utamanya bukanlah untuk berdagang, melainkan untuk mensejahterakan warga.

Modal koperasi nyatanya tersedia dari para warga juga. Modal koperasi terdiri dari modal jangka pendek dan panjang. Berikut ini akan dijelaskan beberapa sumber modal koperasi.

  • Modal sendiri, yaitu berasal dari simpanan pokok, wajib, cadangan, atau donasi yang merupakan hasil himpunan dana dari warga secara sukarela maupun wajib demi memajukan kesejahteraan bersama, terutama bagi warga lain yang lebih kekurangan.
  • Modal pinjaman, yaitu berasal dari pinjaman kepada anggota koperasi lain, bank, atau penerbitan surat hutang.

Perluasan usaha koperasi ternyata tergantung penuh dari para warga dan anggota koperasi. Donasi dari perusahaan atau individu tertentu sangat membantu kelangsungan koperasi. Distribusi cadangan sangat diperlukan, karena dapat meningkatkan jumlah modal. Menurut bentuknya, terdapat tiga simpanan yang digunakan koperasi untuk menjadi modalnya. Berikut akan dijelaskan simpanan-simpanannya.

  • Simpanan pokok: sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota koperasi sebelum ditahbiskan masuk dalam organisasi koperasi. Jumlah simpanan setiap anggota sama besar, dan tidak dapat diambil kembali selama masih menjadi anggota koperasi.
  • Simpanan wajib: sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota koperasi dalam waktu tertentu, misalnya setiap bulan. Jumlah simpanan tidak harus sama, namun tetap tidak dapat diambil kembali selama masih menjadi anggota koperasi.
  • Simpanan sukarela: sejumlah uang yang merupakan simpanan dari anggota koperasi tanpa waktu yang ditentukan. Simpanan ini bisa diambil kapanpun.

by : Dea Rizky (CSG XXXII Fak Syariah 2016)

Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil

Kreativitas meliputi terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan
melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima
dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, tole-ransi terhadap sesuatu
yang tidak jelas, inde-penden dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak,
memerlukan dan mengasumsikan oto-nomi, percaya diri, tidak menjadi subjek
dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan,
gigih, sensitif ter-hadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik
ide-ide yang banyak, fleksibel keasli-an, responsif terhadap perasaan, terbuka
terhadap penomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal,
berpikir dalam imajinasi, selektif dan inovasi meliputi: menganalisi peluang,
apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah
dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.
Inovasi yang meliputi menganalisis peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.

Apa saja yang menjadi kelemahan dan permasalahan UMKM ?
Hadiyati (2010) menyatakan bahwa, survey dari BPS mengidentifikasikan berbagai kelemahan dan permasalahan yang dihadapi UMKM berdasarkan prioritasnya
Yaitu …
(a) kurangnya per-modalan
(b) kesulitan dalam pemasaran
(c) saingan usaha yang ketat
(d) kesulitan bahan baku
(e) kurang teknis produksi dan keahlian
(f) kurang-nya keterampilan manajerial (SDM) dan
(g) kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen khususnya bidang keuangan dan akuntansi.

Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena terdapat alasan berikut:

1.Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru.

2.Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang me-nimbulkan inovasi

3.Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuh-an kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan.

4.Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan pro-duk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.

5.Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan mencipta-kan posisi korporat yang lebih baik.

Manajemen ritel kreatif dan inovatif dalam bisnis menunjukan pentingnya suatu kemampuan dari perorangan, kelompok dan organisasi sebagai entrepreneur yang secara konseptual mampu menggali, memberdayakan, mengembangkan, dan memanfaatkan kreativitas dan inovasi secara menyeluruh dan terpadu sebagai suatu solusi berpikir dan bertindak dalam menghadapi berbagai tantangan orientasi bisnis yang dipilih (berisiko dan membuka lapangan kerja) dan akan dikembangkan lebih lanjut(potensi lapangan kerja). Oleh karena itu,  adanya perorangan, kelompok dan organisasi yang aktif, berproses, dinamis dan visioner sangat menentukan implementasi dari manajemen kreativitas dan inovasi dalam berbagai aplikasinya, terutama dalam memenangkan persaingan dibidang bisnis ritel yang penuh persaingan, kompleks dan dinamis, serta menjanjikan.

Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA
2012
Inti Prima Promosindo

“kreativitas diartikan sebagai kemampuan dalam menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru”

– Buku Kewirausahaan Bab IV
https://rzabdulaziz.files.wordpress.com/2014/02/bab-4-ide-kreativitas-dan-inovasi.pdf

Ketika saya bertanya pada kelas yang saya ajar, “Berapa banyak dari kalian yang dapat memasak hamburger yang lebih enak ketimbang McDonalds?” Hampir semua murid mengangkat tangan mereka. Kemudian saya bertanya, “Jadi, jika kebanyakan dari kalian dapat memasak hamburger yang lebih enak, bagaimana McDonald’s bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada kalian?”
Jawabannya jelas: McD sangat hebat dalam sistem bisnis. Alasan kenapa begitu banyak orang berbakat itu miskin adalah karena mereka memfokuskan diri untuk membangun hamburger yang lebih enak, McD kreatif dalam merancang dan mereka orang berbakat hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali tentang sistem bisnis. (Robert T Kiyosaki)

“Pikiran kita seperti saklar ON/OFF. Jika Anda mengatakan BISA, otak Anda akan mencari jalan, BAGAIMANA HARUS BISA. Sebaliknya jika Anda mengatakan TIDAK BISA, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa “

Dalam Buku “The Power Of Kepepet” (Jaya Setia Budi
CEO yukbisnis.com)

 

by: Raden Rayi Fega Dermawan (Kadiv Perdagangan Umum)

MEMBANGUN CITRA KOPERASI INDONESIA

Perbandingan Koperasi di Berbagai Negara

Konsep koperasi adalah konsep umum yang berlaku di seluruh dunia. Ciri khas

koperasi dapat dipandang sebagai jati diri yang sejak kelahirannya hingga dewasa ini

tetap eksis meskipun politik, ekonomi, social dan budaya dunia mengalami berbagai

perubahan.

Menurut Ibnoe Sudjono (1997 : 2-5) kekhasan (ciri khas) koperasi secara universal dapat dicirikan ke dalam tiga hal, yakni :
1. Nilai-nilai sosial merupakan bagian integral prinsip-prinsip koperasi.
2. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang (people based-association).
3. Prinsip-prinsip koperasi merupakan garis pemandu atau penuntun pelaksanaan
kegiatan usaha koperasi.

Menurut Subiyakto Tjakrawerdaja (2007) ide koperasi sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari negara Eropa. Oleh sebab itu, peran koperasi di Indonesia berbeda dengan di negara lain.

Menurut Thoby Mutis (2001), di Amerika Serikat, credit union (koperasi kredit) memiliki peran yang sangat penting khususnya di lingkungan industri, yakni untuk memantau kepemilikan saham maupun menyalurkan gaji karyawan.

Menurut Jangkung Handoyo Mulya ( 2007), keberadaan koperasi di Jerman telah mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian bangsa sebagaimana halnya koperasi-koperasi di negara-negara Skandinavia.

Di Indonesia, banyak juga koperasi yang berhasil, dan merupakan perusahaan

yang besar dan handal, antara lain: GKBI yang bergerak di bidang usaha batik, Kopti

yang bergerak di bidang usaha tahu dan tempe; serta KOSUDGAMA koperasi yang

berbasis di perguruan tinggi dan KUD pada era pemerintahan Orde Baru mampu

menjaga kestabilan komoditi beras.

Namun demikian banyak juga koperasi yang kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga menyebabkan trauma dan citra koperasi menjadi negative. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah:

1.Ketidakmampuan koperasi menjalankan fungsi yang dijanjikan.

2.Adanya penyimpangan kegiatan usaha tidak sesuai dengan kepentingan anggota.

3.Kualitas sumber daya manusia yang rendah.

4.Pengawas bekerja tidak optimal.

5.Pengurus/pengelola tidak jujur.

Menjaga dan Mengembangkan Eksistensi Koperasi

Koperasi dapat digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan

sosial, melalui distribusi pendapatan sesuai dengan karya dan jasa masing-masing.

Selain itu, koperasi dapat difungsikan sebagai sarana mengembangkan kerjasama

kemitraan usaha di antara para anggota, antar koperasi maupun antara koperasi

dengan badan usaha non koperasi. Oleh sebab itu, terhadap koperasi–koperasi yang

ada perlu dijaga keberadaannya untuk selanjutnya ditingkatkan, sehingga nantinya

mampu menjadi pelaku ekonomi yang dapat diandalkan sesuai dengan visi pasal 33

UUD 1945.

Menurut Bayu Krisnamurti (2007), ada beberapa faktor fundamental yang

mempengaruhi eksistensi koperasi, yakni :

  1. Koperasi akan eksis jika terdapat kebutuhan kolektif untuk memperbaiki ekonomi

secara mandiri.

  1. Koperasi akan berkembang apabila terdapat kebebasan (independency) dan

otonomi untuk berorganisasi.

  1. Keberadaan koperasi akan ditentukan oleh proses pemahaman nilai-nilai koperasi.
  2. Adanya kesadaran dan kejelasan tentang keanggotaan.
  3. Koperasi akan eksis, apabila mampu mengembangkan kegiatan usaha yang (a)

luwes sesuai kepentingan anggota; (b) berorientasi pada pelayanan anggota; (c)

berkembang sejalan dengan perkembangan usaha anggota; (d) mampu menekan

biaya transaksi antara koperasi dengan anggota lebih kecil dibanding biaya

transaksi non koperasi; dan (e) mampu mengembangkan modal koperasi maupun

modal anggota.

Kunci Sukses Koperasi

Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai koperasi di Indonesia yang sukses,

Jangkung Handoyo Mulyo (2007) mengidentifikasi beberapa factor kunci sukses

dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan koperasi. Faktor–faktor tersebut

adalah :

  1. Pemahaman pengurus dan anggota terhadap jati diri koperasi, yang dicitrakan

oleh pengetahuan mereka terhadap ‘tiga serangkai koperasi’ yang meliputi

pengertian koperasi (definition of co-operative), nilai-nilai koperasi (values of cooperative)

dan prinsip-prinsip gerakan koperasi (principles of co-operative).

Setelah dipahami, selanjutnya diimplementasikan dalam setiap aktivitas koperasi.

  1. Kemampuan Pengurus untuk mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggota.
  2. Adanya kesungguhan Pengurus dan pengelola dalam mengelola koperasi.
  3. Kegiatan usaha koperasi harus bersinergi dengan usaha anggota, sehingga

koperasi akan mampu memfasilitasi dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya

apa yang diperlukan anggota.

  1. Biaya transaksi antara koperasi dengan anggota lebih rendah jika dibandingkan

dengan biaya transaksi antara anggota terhadap badan usaha non koperasi.

Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan membangun citra koperasi

antara lain, sebagai berikut :

  1. Pemerintah perlu mensosialisasikan kembali hakikat dan substansi pasal 33 UUD

1945, di mana perekonomian disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan.

  1. Pemerintah perlu memiliki political will yang kuat terhadap eksistensi dan

pengembangan koperasi sebagai sarana membangun perekonomian nasional

menuju pada keadilan dan kesejahteraan social.

  1. Pemerintah perlu bertindak tegas untuk memberi sangsi dan atau membubarkan

organisasi yang berkedok koperasi, koperasi-koperasi yang “tidur”, koperasi yang

tidak sehat, dan selanjutnya membina koperasi yang prospektif dan benar-benar

sehat.

  1. Membangun jaringan kerjasama usaha antara koperasi dengan badan usaha lain

dengan dilandasi kemitraan yang saling menguntungkan.

  1. Menyebarluaskan informasi terhadap koperasi yang berhasil melalui media massa,

sehingga masyarakat mengetahui bahwa banyak koperasi yang berhasil, patut

menjadi contoh dan mampu berperan dalam perekonomian local maupun

nasional.

  1. Meningkatkan wawasan dan nilai-nilai perkoperasian di kalangan generasi muda

melalui pendidikan perkoperasian di tiap sekolah maupun lembaga pendidikan

lainnya, sehingga generasi muda memahami benar tentang manfaat dan peranan

koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan dan keadilan social.

  1. Meningkatkan jiwa dan semangat kewirausahaan dalam koperasi.

 

 

BY: Chandra Indra Gunawan (Kadiv Fhotocopy)