Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil

Kreativitas meliputi terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan
melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima
dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, tole-ransi terhadap sesuatu
yang tidak jelas, inde-penden dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak,
memerlukan dan mengasumsikan oto-nomi, percaya diri, tidak menjadi subjek
dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan,
gigih, sensitif ter-hadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik
ide-ide yang banyak, fleksibel keasli-an, responsif terhadap perasaan, terbuka
terhadap penomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal,
berpikir dalam imajinasi, selektif dan inovasi meliputi: menganalisi peluang,
apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah
dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.
Inovasi yang meliputi menganalisis peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.

Apa saja yang menjadi kelemahan dan permasalahan UMKM ?
Hadiyati (2010) menyatakan bahwa, survey dari BPS mengidentifikasikan berbagai kelemahan dan permasalahan yang dihadapi UMKM berdasarkan prioritasnya
Yaitu …
(a) kurangnya per-modalan
(b) kesulitan dalam pemasaran
(c) saingan usaha yang ketat
(d) kesulitan bahan baku
(e) kurang teknis produksi dan keahlian
(f) kurang-nya keterampilan manajerial (SDM) dan
(g) kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen khususnya bidang keuangan dan akuntansi.

Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena terdapat alasan berikut:

1.Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru.

2.Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang me-nimbulkan inovasi

3.Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuh-an kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan.

4.Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan pro-duk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.

5.Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan mencipta-kan posisi korporat yang lebih baik.

Manajemen ritel kreatif dan inovatif dalam bisnis menunjukan pentingnya suatu kemampuan dari perorangan, kelompok dan organisasi sebagai entrepreneur yang secara konseptual mampu menggali, memberdayakan, mengembangkan, dan memanfaatkan kreativitas dan inovasi secara menyeluruh dan terpadu sebagai suatu solusi berpikir dan bertindak dalam menghadapi berbagai tantangan orientasi bisnis yang dipilih (berisiko dan membuka lapangan kerja) dan akan dikembangkan lebih lanjut(potensi lapangan kerja). Oleh karena itu,  adanya perorangan, kelompok dan organisasi yang aktif, berproses, dinamis dan visioner sangat menentukan implementasi dari manajemen kreativitas dan inovasi dalam berbagai aplikasinya, terutama dalam memenangkan persaingan dibidang bisnis ritel yang penuh persaingan, kompleks dan dinamis, serta menjanjikan.

Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA
2012
Inti Prima Promosindo

“kreativitas diartikan sebagai kemampuan dalam menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru”

– Buku Kewirausahaan Bab IV
https://rzabdulaziz.files.wordpress.com/2014/02/bab-4-ide-kreativitas-dan-inovasi.pdf

Ketika saya bertanya pada kelas yang saya ajar, “Berapa banyak dari kalian yang dapat memasak hamburger yang lebih enak ketimbang McDonalds?” Hampir semua murid mengangkat tangan mereka. Kemudian saya bertanya, “Jadi, jika kebanyakan dari kalian dapat memasak hamburger yang lebih enak, bagaimana McDonald’s bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada kalian?”
Jawabannya jelas: McD sangat hebat dalam sistem bisnis. Alasan kenapa begitu banyak orang berbakat itu miskin adalah karena mereka memfokuskan diri untuk membangun hamburger yang lebih enak, McD kreatif dalam merancang dan mereka orang berbakat hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali tentang sistem bisnis. (Robert T Kiyosaki)

“Pikiran kita seperti saklar ON/OFF. Jika Anda mengatakan BISA, otak Anda akan mencari jalan, BAGAIMANA HARUS BISA. Sebaliknya jika Anda mengatakan TIDAK BISA, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa “

Dalam Buku “The Power Of Kepepet” (Jaya Setia Budi
CEO yukbisnis.com)

 

by: Raden Rayi Fega Dermawan (Kadiv Perdagangan Umum)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s