KOPERASI DAN GLOBALISASI EKONOMI

Koperasi merupakan perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis.

Globalization merupakan gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses.

Ilmu ekonomi terpecah-pecah menjadi berbagai ideologi dan doktrin ekonomi. Yang paling menonjol adalah dua ideologi yang tidak mudah dirukunkan, yaitu yang berorientasi pada pengutamaan kepentingan individu, yang kita kenal sebagai “individualisme”, dan yang lain berorientasi kepada kepentingan bersama, yang kita kenal dengan “kolektivisme”.

GAGASAN KOPERASI

Pemikiran pemikiran para reformis sosial non-marxis seperti JP Proudhon, Saint Simon, Carles Fourier, Wiliam King, Rober Owen dan lainya. Pada masa dimana kapitalisme sedang mengalami perubahan yang dramatik dan menimbulkan perangai buruk yang ditopang revolusi industri waktu itulah pemikiran dan juga gerakan perubahan sosial melalui koperasi, co-op atau co-operative pertama-tama muncul.

  “… Koperasi yang setia pada jatidirinya, dan justru karena itu, berhasil menjawab tantangan-tantangan globalisasi…” (Ibnoe Soedjono, 2000).

Globalisasi memang bersifat multidimensional, namun demikian, globalisasi ekonomi senantiasa tampil paling dominan karena globalisasi ekonomi memiliki dampak yang nyata dibandingkan dengan bentuk globalisasi non-ekonomi ( Prakash dan Hart 1999).

Dalam sektor ekonomi, koperasi akan dihadapkan pada tantangan jangka panjang dunia yang semakin liberal dengan aktor utama Mutinational dan Transnational Corporation (TNC’s /MNC’s) serta lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan dunia seperti International Monetery Fund (IMF), World Bank, World Trade Organization (WTO) yang merupakan anyaman yang sulur menyulur dari ekonomi global.

Berangkat dari latar belakang diatas maka agar koperasi dapat memainkan perananya secara lebih luas di era globalisasi saat ini, maka ada baiknya kalau kita coba bongkar terlebih dahulu sebetulnya diposisi mana koperasi secara ideologis itu bermain dalam konstelasi global yang di dominasi oleh indeologi kapitalis.

Di negara-negara maju telah terbentuk koperasi-koperasi yang besar-besar dan kuat, yang tentu menjadi kebanggaan kita semua. Kerjasama antara koperasi-koperasi anggota Aliansi Koperasi Internasional (ICA) perlu ditingkatkan untuk melindungi anggota-anggotanya yang kecil-kecil. Kita harus saling tolong-menolong. Koperasi-koperasi besar di negara-negara maju harus pula mampu “go global”, berkembang dan bergerak masuk ke negara-negara berkembang, memberi bantuan perkembangan yang diperlukan, melakukan kerjasama bisnis dengan membentuk berbagai strategic alliances, mentransfer pengalaman dan business technologynya kepada saudarasaudaranya yang masih kecil dan lemah.

Asumsi awam, koperasi mungkin hanya dilihat sebagai kegiatan mikro organisasi saja. Sebagai bentuk perusahaan biasa seperti halnya persero kapitalis atau bisnis milik negara. Sebagian mungkin menganggapnya tak lebih sebagai perusahaan orang-orang kecil dan miskin saja.

Dalam konsep makro-ideologi, koperasi mencakup sistem sosial, ekonomi dan politik. Secara mikro berbicara mengenai perusahaan demokratik, profesionalisme, manajemen serta social entrepreneurship. Sebagai ruang individualita koperasi bergerak mengangkat harga diri manusia, sementara sebagai gerakan perubahan sosial koperasi ingin memperjuangkan nilai-nilai keadilan dalam sistem demokrasi partisipatorik.

Lebih luas dari itu, karena koperasi itu diletakkan pada sebuah gagasan tentang konsep nilai maka koperasi juga disebut sebagai sebuah sistem pemikiran. Sistem pemikiran yang berbeda dari kapitalisme, sosialisme marxisme, feodalisme, otoritarianisme dan sistem-sistem pemikiran yang lain.

  • kapitalisme menyandarkan pada konsep organisasi berbasiskan modal (capital base association), maka koperasi dilandaskan pada konsep organisasi yang berbasiskan orang (people base association)
  • kapitalisme menyandarkan pada filosofi dasar persaingan (competition), maka bertolak belakang dengan koperasi yang dilandaskan pada filosofi mempertinggi nilai kerjasama (cooperation).

STRATEGI :

  • Pertama: implementasikan otonomi koperasi
  • Kedua:berkelanjutan dari strategi sebelumnya
  • Ketiga : harus terus berusaha dalam peningkatan partisipasi masyarakat dan anggota
  • Keempat: denganmendirikan lembaga keuangan atau bank yang benar-benar khususuntuk melayani koperasi dan usaha menengah, kecil dan mikro lainnya
  • Kelima: dengan menjalankan ke tujuh prinsip koperasi universal secara menyeluruhdengan konsisten
  • Keenam: dengan membentuk aliansi strategis antara koperasi Indonesiadengan koperasi negara lain, seperti adanya kerjasama transnasional atau koperasi transnasional yang berakar pada prinsip universal koperasi, yaitu kerjasama dengan koperasi-koperasi.

Basic-instinct dari gerakan koperasi kita adalah menolong diri sendiri (self-help) dan kerjasama (co-operation). Kita Bekerjasama untuk merangkum kekuatan-kekuatan ekonomi menjadi suatu kekuatan sinergi yang dahsyat, berdasar kebersamaan (mutuality) dan kekeluargaan (brotherhood), baik dalam dimensi mikro, makro, lokal, regional maupun mondial.

-HDUP LAYAK ADALAH HAK, UNTUK MENJADI SUKSES ADALAH UPAYA DAN RUSAK KARENA PRILAKUNYA-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s