Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil

Kreativitas meliputi terbuka terhadap pengalaman, suka memperhatikan
melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa, kesungguhan, menerima
dan merekonsiliasi sesuatu yang bertentangan, tole-ransi terhadap sesuatu
yang tidak jelas, inde-penden dalam mengambil keputusan, berpikir dan bertindak,
memerlukan dan mengasumsikan oto-nomi, percaya diri, tidak menjadi subjek
dari standar dan kendali kelompok, rela mengambil resiko yang diperhitungkan,
gigih, sensitif ter-hadap permasalahan, lancar-kemampuan untuk men-generik
ide-ide yang banyak, fleksibel keasli-an, responsif terhadap perasaan, terbuka
terhadap penomena yang belum jelas, motivasi, bebas dari rasa takut gagal,
berpikir dalam imajinasi, selektif dan inovasi meliputi: menganalisi peluang,
apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah
dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.
Inovasi yang meliputi menganalisis peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan.

Apa saja yang menjadi kelemahan dan permasalahan UMKM ?
Hadiyati (2010) menyatakan bahwa, survey dari BPS mengidentifikasikan berbagai kelemahan dan permasalahan yang dihadapi UMKM berdasarkan prioritasnya
Yaitu …
(a) kurangnya per-modalan
(b) kesulitan dalam pemasaran
(c) saingan usaha yang ketat
(d) kesulitan bahan baku
(e) kurang teknis produksi dan keahlian
(f) kurang-nya keterampilan manajerial (SDM) dan
(g) kurangnya pengetahuan dalam masalah manajemen khususnya bidang keuangan dan akuntansi.

Keeh, et.al (2007) menjelaskan inovasi sangat penting karena terdapat alasan berikut:

1.Teknologi berubah sangat cepat seiring adanya produk baru, proses dan layanan baru dari pesaing, dan ini mendorong usaha entrepreneurial untuk bersaing dan sukses. Yang harus dilakukan adalah menyesuaikan diri dengan inovasi teknologi baru.

2.Efek perubahan lingkungan terhadap siklus hidup produk semakin pendek, yang artinya bahwa produk atau layanan lama harus digantikan dengan yang baru dalam waktu cepat, dan ini bisa terjadi karena ada pemikiran kreatif yang me-nimbulkan inovasi

3.Konsumen saat ini lebih pintar dan menuntut pemenuhan kebutuhan. Harapan dalam pemenuh-an kebutuhan mengharap lebih dalam hal kualitas, pembaruan, dan harga. Oleh karena itu skill inovatif dibutuhkan untuk memuaskan kebutuhan konsumen sekaligus mempertahankan konsumen sebagai pelanggan.

4.Dengan pasar dan teknologi yang berubah sangat cepat, ide yang bagus dapat semakin mudah ditiru, dan ini membutuhkan metode penggunaan pro-duk, proses yang baru dan lebih baik, dan layanan yang lebih cepat secara kontinyu.

5.Inovasi bisa menghasilkan pertumbuhan lebih cepat, meningkatkan segmen pasar, dan mencipta-kan posisi korporat yang lebih baik.

Manajemen ritel kreatif dan inovatif dalam bisnis menunjukan pentingnya suatu kemampuan dari perorangan, kelompok dan organisasi sebagai entrepreneur yang secara konseptual mampu menggali, memberdayakan, mengembangkan, dan memanfaatkan kreativitas dan inovasi secara menyeluruh dan terpadu sebagai suatu solusi berpikir dan bertindak dalam menghadapi berbagai tantangan orientasi bisnis yang dipilih (berisiko dan membuka lapangan kerja) dan akan dikembangkan lebih lanjut(potensi lapangan kerja). Oleh karena itu,  adanya perorangan, kelompok dan organisasi yang aktif, berproses, dinamis dan visioner sangat menentukan implementasi dari manajemen kreativitas dan inovasi dalam berbagai aplikasinya, terutama dalam memenangkan persaingan dibidang bisnis ritel yang penuh persaingan, kompleks dan dinamis, serta menjanjikan.

Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA
2012
Inti Prima Promosindo

“kreativitas diartikan sebagai kemampuan dalam menciptakan kombinasi-kombinasi baru dari hal-hal yang sudah ada, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru”

– Buku Kewirausahaan Bab IV
https://rzabdulaziz.files.wordpress.com/2014/02/bab-4-ide-kreativitas-dan-inovasi.pdf

Ketika saya bertanya pada kelas yang saya ajar, “Berapa banyak dari kalian yang dapat memasak hamburger yang lebih enak ketimbang McDonalds?” Hampir semua murid mengangkat tangan mereka. Kemudian saya bertanya, “Jadi, jika kebanyakan dari kalian dapat memasak hamburger yang lebih enak, bagaimana McDonald’s bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada kalian?”
Jawabannya jelas: McD sangat hebat dalam sistem bisnis. Alasan kenapa begitu banyak orang berbakat itu miskin adalah karena mereka memfokuskan diri untuk membangun hamburger yang lebih enak, McD kreatif dalam merancang dan mereka orang berbakat hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali tentang sistem bisnis. (Robert T Kiyosaki)

“Pikiran kita seperti saklar ON/OFF. Jika Anda mengatakan BISA, otak Anda akan mencari jalan, BAGAIMANA HARUS BISA. Sebaliknya jika Anda mengatakan TIDAK BISA, maka akan menutup kemungkinan berpikir untuk bisa “

Dalam Buku “The Power Of Kepepet” (Jaya Setia Budi
CEO yukbisnis.com)

 

by: Raden Rayi Fega Dermawan (Kadiv Perdagangan Umum)

MEMBANGUN CITRA KOPERASI INDONESIA

Perbandingan Koperasi di Berbagai Negara

Konsep koperasi adalah konsep umum yang berlaku di seluruh dunia. Ciri khas

koperasi dapat dipandang sebagai jati diri yang sejak kelahirannya hingga dewasa ini

tetap eksis meskipun politik, ekonomi, social dan budaya dunia mengalami berbagai

perubahan.

Menurut Ibnoe Sudjono (1997 : 2-5) kekhasan (ciri khas) koperasi secara universal dapat dicirikan ke dalam tiga hal, yakni :
1. Nilai-nilai sosial merupakan bagian integral prinsip-prinsip koperasi.
2. Koperasi merupakan kumpulan orang-orang (people based-association).
3. Prinsip-prinsip koperasi merupakan garis pemandu atau penuntun pelaksanaan
kegiatan usaha koperasi.

Menurut Subiyakto Tjakrawerdaja (2007) ide koperasi sebenarnya bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari negara Eropa. Oleh sebab itu, peran koperasi di Indonesia berbeda dengan di negara lain.

Menurut Thoby Mutis (2001), di Amerika Serikat, credit union (koperasi kredit) memiliki peran yang sangat penting khususnya di lingkungan industri, yakni untuk memantau kepemilikan saham maupun menyalurkan gaji karyawan.

Menurut Jangkung Handoyo Mulya ( 2007), keberadaan koperasi di Jerman telah mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian bangsa sebagaimana halnya koperasi-koperasi di negara-negara Skandinavia.

Di Indonesia, banyak juga koperasi yang berhasil, dan merupakan perusahaan

yang besar dan handal, antara lain: GKBI yang bergerak di bidang usaha batik, Kopti

yang bergerak di bidang usaha tahu dan tempe; serta KOSUDGAMA koperasi yang

berbasis di perguruan tinggi dan KUD pada era pemerintahan Orde Baru mampu

menjaga kestabilan komoditi beras.

Namun demikian banyak juga koperasi yang kinerjanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga menyebabkan trauma dan citra koperasi menjadi negative. Beberapa faktor penyebabnya antara lain adalah:

1.Ketidakmampuan koperasi menjalankan fungsi yang dijanjikan.

2.Adanya penyimpangan kegiatan usaha tidak sesuai dengan kepentingan anggota.

3.Kualitas sumber daya manusia yang rendah.

4.Pengawas bekerja tidak optimal.

5.Pengurus/pengelola tidak jujur.

Menjaga dan Mengembangkan Eksistensi Koperasi

Koperasi dapat digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan

sosial, melalui distribusi pendapatan sesuai dengan karya dan jasa masing-masing.

Selain itu, koperasi dapat difungsikan sebagai sarana mengembangkan kerjasama

kemitraan usaha di antara para anggota, antar koperasi maupun antara koperasi

dengan badan usaha non koperasi. Oleh sebab itu, terhadap koperasi–koperasi yang

ada perlu dijaga keberadaannya untuk selanjutnya ditingkatkan, sehingga nantinya

mampu menjadi pelaku ekonomi yang dapat diandalkan sesuai dengan visi pasal 33

UUD 1945.

Menurut Bayu Krisnamurti (2007), ada beberapa faktor fundamental yang

mempengaruhi eksistensi koperasi, yakni :

  1. Koperasi akan eksis jika terdapat kebutuhan kolektif untuk memperbaiki ekonomi

secara mandiri.

  1. Koperasi akan berkembang apabila terdapat kebebasan (independency) dan

otonomi untuk berorganisasi.

  1. Keberadaan koperasi akan ditentukan oleh proses pemahaman nilai-nilai koperasi.
  2. Adanya kesadaran dan kejelasan tentang keanggotaan.
  3. Koperasi akan eksis, apabila mampu mengembangkan kegiatan usaha yang (a)

luwes sesuai kepentingan anggota; (b) berorientasi pada pelayanan anggota; (c)

berkembang sejalan dengan perkembangan usaha anggota; (d) mampu menekan

biaya transaksi antara koperasi dengan anggota lebih kecil dibanding biaya

transaksi non koperasi; dan (e) mampu mengembangkan modal koperasi maupun

modal anggota.

Kunci Sukses Koperasi

Berdasarkan hasil kajian terhadap berbagai koperasi di Indonesia yang sukses,

Jangkung Handoyo Mulyo (2007) mengidentifikasi beberapa factor kunci sukses

dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan koperasi. Faktor–faktor tersebut

adalah :

  1. Pemahaman pengurus dan anggota terhadap jati diri koperasi, yang dicitrakan

oleh pengetahuan mereka terhadap ‘tiga serangkai koperasi’ yang meliputi

pengertian koperasi (definition of co-operative), nilai-nilai koperasi (values of cooperative)

dan prinsip-prinsip gerakan koperasi (principles of co-operative).

Setelah dipahami, selanjutnya diimplementasikan dalam setiap aktivitas koperasi.

  1. Kemampuan Pengurus untuk mengidentifikasi kebutuhan kolektif anggota.
  2. Adanya kesungguhan Pengurus dan pengelola dalam mengelola koperasi.
  3. Kegiatan usaha koperasi harus bersinergi dengan usaha anggota, sehingga

koperasi akan mampu memfasilitasi dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya

apa yang diperlukan anggota.

  1. Biaya transaksi antara koperasi dengan anggota lebih rendah jika dibandingkan

dengan biaya transaksi antara anggota terhadap badan usaha non koperasi.

Upaya yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dan membangun citra koperasi

antara lain, sebagai berikut :

  1. Pemerintah perlu mensosialisasikan kembali hakikat dan substansi pasal 33 UUD

1945, di mana perekonomian disusun berdasarkan atas asas kekeluargaan.

  1. Pemerintah perlu memiliki political will yang kuat terhadap eksistensi dan

pengembangan koperasi sebagai sarana membangun perekonomian nasional

menuju pada keadilan dan kesejahteraan social.

  1. Pemerintah perlu bertindak tegas untuk memberi sangsi dan atau membubarkan

organisasi yang berkedok koperasi, koperasi-koperasi yang “tidur”, koperasi yang

tidak sehat, dan selanjutnya membina koperasi yang prospektif dan benar-benar

sehat.

  1. Membangun jaringan kerjasama usaha antara koperasi dengan badan usaha lain

dengan dilandasi kemitraan yang saling menguntungkan.

  1. Menyebarluaskan informasi terhadap koperasi yang berhasil melalui media massa,

sehingga masyarakat mengetahui bahwa banyak koperasi yang berhasil, patut

menjadi contoh dan mampu berperan dalam perekonomian local maupun

nasional.

  1. Meningkatkan wawasan dan nilai-nilai perkoperasian di kalangan generasi muda

melalui pendidikan perkoperasian di tiap sekolah maupun lembaga pendidikan

lainnya, sehingga generasi muda memahami benar tentang manfaat dan peranan

koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan dan keadilan social.

  1. Meningkatkan jiwa dan semangat kewirausahaan dalam koperasi.

 

 

BY: Chandra Indra Gunawan (Kadiv Fhotocopy)

STUDI KELAYAKAN BISNIS

Menurut Yacob Ibrahim (2009), studi kelayakan bisnis adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha/proyek.
Menurut Kasmir dan Jakfar (2012), Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan.
Menurut Subagyo (2008), Studi kelayakan bisnis adalah studi kelayakan yang dilakukan untuk menilai kelayakan dalam pengembangan sebuah usaha.
Menurut Umar (2005), Studi kelayakan bisnis adalah penelitian terhadap rencana bisnis yang tidak hanya menganalisis layak atau tidaknya suatu bisnis dibangun, tetapi juga saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan.

TUJUAN SKB:

  1. Menghindari Risiko Kerugian
  2. Memudahkan Perencanaan
  3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
  4. Memudahkan Pengawasan
  5. Memudahkan Pengendalian

MANFAAT SKB :

  1. Pihak Investor
  2. Pihak Kreditor
  3. Pihak Manajemen Perusahaan
  4. Pihak Pemerintahan dan Masyarakat.
  5. Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi.

PROSES DAN TAHAP SKB: 

  1. Pengumpulan Data dan Informasi
  2. Melakukan Pengolahan Data
  3. Analisis Data
  4. Mengambil Keputusan
  5. Memberikan Rekomendasi

ANALISIS KELAYAKAN USAHA :

  1. Aspek pemasaran.
  2. Aspek produksi dan operasi.
  3. Aspek manajemen
  4. Aspek keuangan.

SWOT ANALISYS :

  1. Strength (Kekuatan)
  2. Weakness (Kelemahan)
  3. Opportunity (Peluang)
  4. Threatment (Ancaman)

SUMBER DATA DAN INFORMASI :

  1. Publikasi Ekonomi dan Bisnis (Koran dan Majalah)
  2. Publikasi Bank Indonesia maupun Lembaga Keuangan lainnya.
  3. Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Badan Pengelola Pasar Modal
  4. Biro Pusat Statistik (BPS)
  5. Asosiasi Industri dan Dagang
  6. Lembaga-lembaga Penelitian (LIPI, dll)
  7. Departemen Terkait (Departemen Pertanian, UKM, dll)
  8. Perguruan Tinggi
  9. Survey Langsung
  10. Kuesioner, dll

13 EVALUASI BISNIS :

1.Evaluasi Ringkasan Pelaksanaan :  

a.Buat ringkasan yang menggambarkan rancangan singkat secara keseluruhan, baik tentang usulan usaha, maupun barang dan jasa yang akan dihasilkan atau disajikan

b.Identifikasi kecenderungan industri yang sedang digemari saat ini

c.Susun poyeksi laba dan penjualan tahun yang akan datang untuk bisnis baru

d.Gambarkan tingkat pendidikan dan pengalaman kerja serta kecakapan yang diperlukan

e.Kumpulkan aspek legal, seperti perizinan, persetujuan kontrak, hak paten, dan sebagainya.

2. Evaluasi Misi Bisnis

a.Apa tujuan bisnis Anda ?

b.Produk dan jasa apa yang akan disediakan ?

c.Filosofi manajemen bisnis apa yang Anda miliki ?

3. Evaluasi Lingkungan Bisnis

a.Identifikasi kecenderungan umum seperti budaya, penduduk, perubahan politik, teknologi, ekonomi, tingkat bunga, dan lainnya.

b.Identifikasi jumlah dan jenis perusahaan yang sudah ada, baik tingkat lokal maupun nasional.

c.Identifikasi kondisi bisnis yang ada, seperti harga, tenaga kerja, upah, dan faktor ekonomi lainnya.

d.Identifikasi informasi industri, tentang :

  • Industri yang paling dominasi saat ini, baik kecil, menengah atau besar.
  • Kegagalan yang dialami industri tersebut.
  • Apakah ada industri yang tumbuh mantap ?
  • Industri apa yang cenderung paling potensial ?

e.Identifikasi informasi lokasi.

f.Bagaimana sikap masyarakat terhadap bisnis Anda? Positif, negatif, atau netral ?

g.Apakah ekonomi lokal kuat atau lemah ?

4. Evaluasi Produk dan Jasa

a.Gambaran produk yang dihasilkan, (bentuk, bahan, berat, ukuran, dll)

b.Jasa-jasa apa saja yang akan Anda sediakan, apakah :

  • Untuk menarik perhatian publik atau individu
  • Memberikan jaminan waktu yang melayani permintaan dengan cepat
  • Pengadaan pesanan pelanggan
  • Jaminan pengembalian uang

c.Identifikasi nama pesaing bisnis Anda :

  • Seberapa jauh jarak pesaing dari lokasi bisnis Anda
  • Bagaimana area bisnis Anda dibanding pesaing

d.Identifikasi kekuatan dan kelemahan bisnis Anda dan bandingkan dengan pesaing.

5. Evaluasi Harga

a.Apa tujuan yang ingin dicapai dari penetapan harga ?

  • Apakah untuk mencapai target tingkat laba tertentu ?
  • Apakah untuk memperoleh pangsa pasar ?
  • Apakah untuk mencapai target volume penjualan tertentu ?

b.Mark-up apa yang Anda targetkan ?

c.Kebijaksanaan apa yang akan anda gunakan ? Apakah harga umum ?

d.Apakah Anda akan menggunakan strategi harga ?

  • Harga perkenalan
  • Skimming price
  • Price-lining
  • Odd-ending
  • Loss-leader
  • All-one-price
  • Bundling

6. Evaluasi Keunggulan Persaingan

a.Keunggulan persaingan apa yang dimiliki bisnis Anda, apakah kualitas, harga, lokasi, pelayanan, atau kecepatan waktu, dll.

b.Gambarkan bagaimana Anda meraih keunggulan persaingan tersebut.

c.Gunakan cara-cara untuk memenangkan persaingan :

  • Segera penuhi kebutuhan pelanggan
  • Gunakan pelayanan yang lebih baik
  • Kualitas yang lebih tinggi dengan harga yang sama
  • Jaminan keamanan produk
  • Pelayanan kepada pelanggan secara pribadi
  • Informasi yang lebih lengkap
  • Lokasi dan kemasan barang yang lebih menarik
  • dll

7. Evaluasi Pasar dan Pemasaran

a.Identifikasi segmen pasar bisnis Anda berdasarkan area geografi, kependudukan, manfaat bagi pelanggan, gaya hidup, tingkat pendapatan, dll

b.Identifikasi manajemen pemasaran bisnis Anda seperti budaya kerja, sistem pengupahan, etika kerja, dll.

c.Identifikasi kedekatan dengan bahan baku, pelanggan, transportasi, fasilitas dan akses lain, peraturan daerah, dll

d.Identifikasi tipe-tipe promosi yang akan digunakan, apakah pemasaran langsung, periklanan, promosi penjualan, dll termasuk media yang dipilih dan biaya promosi.

e.Identifikasi tujuan promosi Anda, apakah untuk meningkatkan penjualan, informasi barang dan jasa, pembelian musiman, dll.

8. Evaluasi Manajemen dan Personal

a.Identifikasi pendidikan, pengalaman, dan keterampilan karyawan.

b.Identifikasi posisi dan jabatan, paruh waktu, penuh waktu, honorer, dll.

c.Identifikasi jaminan-jaminan yang akan diberikan kepada karyawan.

d.Identifikasi jumlah dan kualifikasi karyawan.

e.Struktur organisasi dan time frame.

9. Evaluasi Mesin dan Peralatan

a.Peralatan Kantor (jenis, kualitas, harga dan jumlah)

b.Mesin dan Peralatan (jenis, kualitas, harga dan jumlah)

10. Evaluasi Biaya Awal

a.Perlengkapan

b.Peralatan kantor

c.Mesin dan peralatan produksi

d.Pembayaran dimuka

e.Sewa bangunan dan renovasi

f.Modal kerja (gaji, sewa, iklan, transportasi, dll)

11. Evaluasi Pendanaan

a.Biaya awal yang dimiliki

b.Jumlah dana dari sumber lain

c.Jumlah dana yang akan dipinjam

dll

12. Evaluasi Titik Impas

a.Kategorikan semua biaya tetap dan biaya variabel

b.Tentukan batas kontribusi bisnis Anda

13. Evaluasi Risiko yang Tidak Terkontrol

Identifikasi risiko yang tidak terkontrol seperti keadaan ekonomi, cuaca, teknologi baru, perang harga oleh pesaing, selera konsumen, pesaing baru, dll.

Dari risiko tersebut, sebutkan apa saja yang akan Anda lakukan untuk meminimalkan kerugian.

KOPERASI DAN GLOBALISASI EKONOMI

Koperasi merupakan perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan aspirasi-aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis.

Globalization merupakan gabungan dari kata global yang berarti mendunia dan lization yang berarti proses.

Ilmu ekonomi terpecah-pecah menjadi berbagai ideologi dan doktrin ekonomi. Yang paling menonjol adalah dua ideologi yang tidak mudah dirukunkan, yaitu yang berorientasi pada pengutamaan kepentingan individu, yang kita kenal sebagai “individualisme”, dan yang lain berorientasi kepada kepentingan bersama, yang kita kenal dengan “kolektivisme”.

GAGASAN KOPERASI

Pemikiran pemikiran para reformis sosial non-marxis seperti JP Proudhon, Saint Simon, Carles Fourier, Wiliam King, Rober Owen dan lainya. Pada masa dimana kapitalisme sedang mengalami perubahan yang dramatik dan menimbulkan perangai buruk yang ditopang revolusi industri waktu itulah pemikiran dan juga gerakan perubahan sosial melalui koperasi, co-op atau co-operative pertama-tama muncul.

  “… Koperasi yang setia pada jatidirinya, dan justru karena itu, berhasil menjawab tantangan-tantangan globalisasi…” (Ibnoe Soedjono, 2000).

Globalisasi memang bersifat multidimensional, namun demikian, globalisasi ekonomi senantiasa tampil paling dominan karena globalisasi ekonomi memiliki dampak yang nyata dibandingkan dengan bentuk globalisasi non-ekonomi ( Prakash dan Hart 1999).

Dalam sektor ekonomi, koperasi akan dihadapkan pada tantangan jangka panjang dunia yang semakin liberal dengan aktor utama Mutinational dan Transnational Corporation (TNC’s /MNC’s) serta lembaga-lembaga keuangan dan perdagangan dunia seperti International Monetery Fund (IMF), World Bank, World Trade Organization (WTO) yang merupakan anyaman yang sulur menyulur dari ekonomi global.

Berangkat dari latar belakang diatas maka agar koperasi dapat memainkan perananya secara lebih luas di era globalisasi saat ini, maka ada baiknya kalau kita coba bongkar terlebih dahulu sebetulnya diposisi mana koperasi secara ideologis itu bermain dalam konstelasi global yang di dominasi oleh indeologi kapitalis.

Di negara-negara maju telah terbentuk koperasi-koperasi yang besar-besar dan kuat, yang tentu menjadi kebanggaan kita semua. Kerjasama antara koperasi-koperasi anggota Aliansi Koperasi Internasional (ICA) perlu ditingkatkan untuk melindungi anggota-anggotanya yang kecil-kecil. Kita harus saling tolong-menolong. Koperasi-koperasi besar di negara-negara maju harus pula mampu “go global”, berkembang dan bergerak masuk ke negara-negara berkembang, memberi bantuan perkembangan yang diperlukan, melakukan kerjasama bisnis dengan membentuk berbagai strategic alliances, mentransfer pengalaman dan business technologynya kepada saudarasaudaranya yang masih kecil dan lemah.

Asumsi awam, koperasi mungkin hanya dilihat sebagai kegiatan mikro organisasi saja. Sebagai bentuk perusahaan biasa seperti halnya persero kapitalis atau bisnis milik negara. Sebagian mungkin menganggapnya tak lebih sebagai perusahaan orang-orang kecil dan miskin saja.

Dalam konsep makro-ideologi, koperasi mencakup sistem sosial, ekonomi dan politik. Secara mikro berbicara mengenai perusahaan demokratik, profesionalisme, manajemen serta social entrepreneurship. Sebagai ruang individualita koperasi bergerak mengangkat harga diri manusia, sementara sebagai gerakan perubahan sosial koperasi ingin memperjuangkan nilai-nilai keadilan dalam sistem demokrasi partisipatorik.

Lebih luas dari itu, karena koperasi itu diletakkan pada sebuah gagasan tentang konsep nilai maka koperasi juga disebut sebagai sebuah sistem pemikiran. Sistem pemikiran yang berbeda dari kapitalisme, sosialisme marxisme, feodalisme, otoritarianisme dan sistem-sistem pemikiran yang lain.

  • kapitalisme menyandarkan pada konsep organisasi berbasiskan modal (capital base association), maka koperasi dilandaskan pada konsep organisasi yang berbasiskan orang (people base association)
  • kapitalisme menyandarkan pada filosofi dasar persaingan (competition), maka bertolak belakang dengan koperasi yang dilandaskan pada filosofi mempertinggi nilai kerjasama (cooperation).

STRATEGI :

  • Pertama: implementasikan otonomi koperasi
  • Kedua:berkelanjutan dari strategi sebelumnya
  • Ketiga : harus terus berusaha dalam peningkatan partisipasi masyarakat dan anggota
  • Keempat: denganmendirikan lembaga keuangan atau bank yang benar-benar khususuntuk melayani koperasi dan usaha menengah, kecil dan mikro lainnya
  • Kelima: dengan menjalankan ke tujuh prinsip koperasi universal secara menyeluruhdengan konsisten
  • Keenam: dengan membentuk aliansi strategis antara koperasi Indonesiadengan koperasi negara lain, seperti adanya kerjasama transnasional atau koperasi transnasional yang berakar pada prinsip universal koperasi, yaitu kerjasama dengan koperasi-koperasi.

Basic-instinct dari gerakan koperasi kita adalah menolong diri sendiri (self-help) dan kerjasama (co-operation). Kita Bekerjasama untuk merangkum kekuatan-kekuatan ekonomi menjadi suatu kekuatan sinergi yang dahsyat, berdasar kebersamaan (mutuality) dan kekeluargaan (brotherhood), baik dalam dimensi mikro, makro, lokal, regional maupun mondial.

-HDUP LAYAK ADALAH HAK, UNTUK MENJADI SUKSES ADALAH UPAYA DAN RUSAK KARENA PRILAKUNYA-

KEPENGURUSAN DAN KEPENGAWASAN KOPERASI

kepengurusan

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang
berdasar atas asas kekeluargaan (Pasal 1. UU No.25/1992)

Pemimpin dalam Koperasi , yaitu orang-orang yang siap dan dapat bekerja untuk mengintegrasikan keinginan-keinginan maupun kebutuhan anggota Koperasi, memotivasi dan mengorganisir kelompok serta mengarahkan kegiatan-kegiatannya agar dapat mencapai sasaran dan organisasi Koperasi.

KEPEMIMPINAN DALAM KOPERASI

  • Pengurus : yang mengelola kegiatan organisasi dan usaha koperasi.
  • Pengawas : yang melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pengurus dalam melaksanakan fungsi-fungsi pelaksanaanya.
  • Manajer : yang mendapatkan pelimpahan wewenang untuk melakukan fungsi pelaksanaan perusahaan koperasi dari pengurus secara lebih operasional.

5 TANTANGAN DALAM MEMIMPIN KOPERASI

  • Keanggotaan, kepengurusan organisasi, karyawan usaha.
  • Membangkitkan kemauan dan kemampuan supaya mau dan mampu melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.
  • kejelasan tujuan yang hendak dicapai.
  • relevansi tujuan organisasi dengan tujuan orang-orang yang dipimpin
  • Diketahuinya tujuan yang hendak dicapai itu oleh orang yang dipimpinnya.

KEPENGURUSAN

“Negara kita masih berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tetapi perekonomian negara di bawah teknokrat kita sekarang, sering menyimpang dari dasar itu.” -BUNG HATTA-

Fakta : RENDAHNYA PENGETAHUAN PENGURUS KOPMA TERHADAP ILMU PERKOPERASIAN| FAKTA. (Ini menjadi salah satu penyebab stagnasi perkembangan kopma di Indonesia)

Pengurus :

  1. Dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota
  2. Bertanggung jawab kepada rapat anggota
  3. Masa jabatan paling lama 5 tahun (persyaratan untuk dipilih kembali diatur dalam AD dan ART)
  4. Tidak merangkap sebagai pengawas
  5. Pengurus, baik bersama-sama, maupun sendiri-sendiri menanggung kerugian yang diderita koperasi, karena tindakan kesengajaan atau kelalaian

Tugas Pengurus :

  1. Mengelola koperasi berdasarkan AD
  2. Mendorong dan Memajukan usaha anggota
  3. Menyusun rancangan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota
  4. Menyusun laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas untuk diajukan kepada rapat anggota
  5. Menyusun rencana pendidikan, pelatihan dan komunikasi koperasi untuk diajukan kepada RPAT
  6. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib
  7. Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien
  8. Memelihara arsip-arsip dan penting koperasi
  9. Melakukan upaya lain untuk kemajuan koperasi sesuai AD

KEPENGAWASAN

Pengawas biasanya dipilih dari mantan pengurus atau ketua koperasi, Pengawas tidak memiliki program kepengawasan yang tersistem, Pengawas tidak disiapkan secara tersistem dalam system kaderisasi seperti pengurus

“Kedudukannya sejajar dengan pengurus dan sama-sama merupakan mandataris Rapat Anggota Tahunan, namun pengawas dalam koperasi masih belum dianggap penting sehingga penyiapan SDM untuk pengawas tidak disiapkan secara serius. Akibatnya kepengawasan di koperasi oleh anggota rendah dan peran pengawas hanya sekedar pengoreksi laporan . ” – ABK-

Pengawas :

  1. Dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota
  2. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga
  3. Bertanggung jawab kepada rapat anggota
  4. Tidak merangkap sebagai pengurus atau pelaksana usaha
  5. Persyaratan untuk dipilih dan diangkat menjadi pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar

Tugas Pengawas :

  1. Memberi nasehat dan kepengawasan kepada pengurus
  2. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi yang dilakukan pengurus.
  3. Melaporkan hasil kepengawasan

Wewenang Pengawas:

  1. Meminta dan mendapatkan keterangan yang diperlukan dari pengurus atau pihak terkait.
  2. Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja koperasi dari pengurus.
  3. Memberikan persetujuan atau bantuan pada pengurus dalam pelakuan perbuatan hukum tertentu yang sesuai AD

Yu!!! KENALI PERAN MEREKA MASING-MASING

RAPAT ANGGOTA 

  1. Mengesahkan AD, ART dan Peraturan Khusus
  2. Menetapkan pembagian dan Penggunaan SHU
  3. Mengangkat dan memberhentikan pengawas
  4. Mengesahkan laporan pengurus dan pengawas
  5. Mengesahkan program kerja dan anggaran pendapatan serta belanja koperasi
  6. Menetapkan kebijakan di bidang organisasi, manajemen dan usaha

PENGURUS

  1. Mengajukan program kerja dan rencana anggaran
  2. Mengangkat dan memberhentikan manajer dan karyawan atas persetujuan rapat anggota
  3. Menyelenggarakan pendidikan bagi anggota
  4. Bertanggungjawab terhadap jalannya organisasi dan usaha koperasi
  5. Melaksanakan program kerja yang sudah ditetapkan rapat anggota
  6. Melaporkan pelaksanaan program kerja berikut laporan keuangan kepada rapat anggota

PENGAWAS

  1. Mengawasi pelaksanaan kebijakan pengurus
  2. Mengawasi jalannya usaha dan organisasi koperasi
  3. Melaporkan hasil pengawasanya kepada rapat anggota
  4. Memeriksa pembukuan koperasi

ANGGOTA

  1. Memilih atau dipilih sebagai pengurus atau pengawas
  2. Memanfaatkan pelayanan usaha koperasi
  3. Mengemukakan pendapat dalam rapat anggota
  4. Ikut serta menanggung resiko sesuai dengan AD dan ART
  5. Mengawasi jalannya roda organisasi dan usaha koperasi

MANAJER

  1. Mengusulkan pada pengurus tentang RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi)
  2. Menanggung kerugian usaha koperasi karena kelalaian
  3. Mengangkat karyawan atas persetujuan pengurus
  4. Memberikan pelayanan usaha kepada anggota
  5. Melaksanakan usaha koperasi.

ANGGOTA KOPERASI BERHAK

  1. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat Anggota
  2. Memilih pengurus dan pengawas
  3. Dipilih sebagai pengurus dan pengawas
  4. Meminta diadakannya Rapat Anggota
  5. Mengemukakan pendapat kepada pengurus di luar Rapat Anggota, baik diminta atau tidak.
  6. Memanfaatkan pelayanan koperasi dan mendapatkan pelayanan yang sama dengan anggota lain.
  7. Mendapatkan keterangan mengenai perkembangan koperasi.
  8. Menyetujui dan atau mengubah AD, ART, serta ketetapan-ketetapan lainnya.

ANGGOTA KOPERASI BERKEWAJIBAN

  1.  Mematuhi AD dan ART serta keputusan yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  2. Menandatangani perjanjian kontrak kebutuhan. Sehingga, anggota benar-benar sebagai pasar tetap dan potensial bagi koperasi.
  3. Menjadi pelanggan tetap.
  4. Memodali Koperasi.
  5. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas dasar kekeluargaan.
  6. Menjaga kerahasiaan perusahaan dan organisasi koperasi kepada pihak luar.
  7. Menanggung kerugian yang diderita koperasi, proporsional dengan modal yang disetor.

APA KOPERASI ITU?

Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama-sama atas dasar prinsip-prinsip koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

Tujuan koperasi yaitu menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik, dibandingkan sebelum bergabung dengan koperasi.

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan sekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan ( UU No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia )

Koperasi adalah perkumpulan otonom dari orang-orang yang bersatu secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial dan budaya bersama melalui perusahaan yang mereka miliki bersama dan mereka kendalikan secara demokratis ( ICA Cooperative Identity Statement, Manchester, 23 September 1995 )

 

Apa Keuntungan Menjadi Anggota Koperasi?

Keuntungan Anggota Koperasi

1 . Keuntungan Ekonomi

  • Peningkatan Skala Usaha: Koperasi memberikan kesempatan pada anggota untuk menjual atau membeli barang atau jasa secara bersama-sama. Sehingga, biaya yang timbul menjadi lebih rendah
  • Pemasaran  : Koperasi menampung hasil produksi anggota yang menjualnya ke pasar. dengan menjual secara bersama-sama melalui koperasi, maka biaya yang dikeluarkan oleh setiap anggota menjadi lebih rendah, dibandingkan dengan menjual secara sendiri-sendiri.
  • Pengadaan Barang dan Jasa : Koperasi menyediakan barang dan jasa kebutuhan anggota dengan membeli secara bersama-sama melalui Koperasi, maka memungkinkan anggota untuk mendapatkan barang dan jasa dalam jumlah dan kualitas yang baik dan harga yang mura.
  • Fasilitas Kredit : Koperasi memberikan kemudahan bagi anggota yang membutuhan fasilitas kredit dalam bentuk proses yang cepat, jaminan yang ringan, dan bunga yang rendah. hal ini dapat dilakukan, karena anggota adalah pemodal (memilik) yang sekaligus pengguna
  • Pembagian Hasil Sisa Usaha : Sebagai anggota, kita akan memperoleh bagian sisa hasil usaha (SHU).  Besarnya SHU di hitung berdasarkan transaksi dan partisipasi modal yang telah kita lakukan terhadap koperasi.

2 . Keuntungan Sosial

  • Keuntungan berkelompok : Gerakan koperasi memiliki potensi untuk menekan atau mempengaruhi kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pengambil keputusan. karena, gerakan koperasi mewakili kepentingan orang banyak dengan menghimpun massa yang cukup besar.
  • Pendidikan dan Pelatihan : Pendidikan dan pelatihan dan meningkatkan pengetahuan kesadaran dan keterampilan dalam berkoperasi.
  • Program Sosial lainnya :  Agar terpupuk rasa kesetiakawanan antara anggota, maka koperasi dapat menyelenggarakan kegiatan asuransi perumahan, jasa kesehatan, tunjangan hari tua dan lain-lain.

STRUKTUR ORGANISASI KOPMA UNISBA

Struktur Organisasi KOPMA UNISBA Periode 2017 – 2018

Direktur : Asep Syamsudin (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Manajemen 2014)

Pengawas :

Ketua Pengawas : M Willanto Hamzah (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Akuntasi 2014)

Pengawas Perencanaan dan Pengembangan: Balqis Fani (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2014)

Pengawas Usaha : Risqi Adhila (Fakultas Ilmu Komunikasi/ Public Relation 2014)

Manajer Keuangan : Zeilfira Fazwiary (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2014)

Staf Administrasi : Yogi Herlambang (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah2016)

Staf Keuangan : Ike Nurmalasari (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2016)

Manajer Perencanaan dan Pengembangan : Ida Relawati (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2014)

Staf Humas : Rizka Zaini Muslim (Fakultas Ilmu Komunikasi/ Manajemen Komunikasi 2015)

Staf Personalia : Imam Maulana Proyogi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Manajemen 2015)

Staf PSDA : Hasna Luthfia (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2016)

Manajer Usaha : Adi M Ramdani (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Akuntansi 2014)

Kadiv Mini Cafe : Risma Ulvi Ainun (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2014)

Kadiv Mini Market : Pinda Fitriani (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Akuntansi 2016)

Kadiv Fotocopy : Chandra Indra Gunawan (Fakultas Syariah/ Perbankan Syariah 2015)

Kadiv Perdagangan Umum : Raden Rayi Fega Dermawan Laksana (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/ Ilmu Ekonomi 2016)

PRESTASI

  • Tahun 1986 sebagai ” Koperasi Teladan Tingkat Kota Bandung”
  • Tahun 1986 sebagai ” Exportir Keramik dan Sepatu ke Singapura”
  • Tahun 2002 sebagai ” Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bandung “
  • Tahun 2002 sebagai ” Stand Terbaik  II Event Pemilihan Putri Kampus Sari Ayu”
  • Tahun 2003 sebagai ” Juara III Djarum Super Display & Setting Out Contest Tingkat Kota Bandung “
  • Tahun 2004 sebagai ” Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bandung “
  • Tahun 2006 sebagai ” Koperasi Terbaik I Tingkat Kota Bandung “
  • Tahun 2010 sebagai : Futsal Juara I Kopma Se-Bandung Raya”
  • Tahun 2010 sebagai ” Exportir Kaos Ke Mesir”
  • Tahun 2012 sebagai ” Juara II Lomba Kebersihan LKK – UKM UNISBA”
  • Tahun 2013 sebagai ” Koperasi Mahasiswa Terbaik I Tingkat Provinsi Jawa Barat”

Tujuan KOPMA UNISBA

  1. Meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut serta membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang berkeadilan sosial dan berkemakmuran berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  2. Membina anggotanya menjadi kader koperasi yang mempunyai jiwa wirausaha dengan komitmen dan loyalitas yang tinggi terhadap gerakan koperasi.

AZAZ, PRINSIP DAN TUJUAN

Azas KOPMA UNISBA :

Azas KOPMA UNISBA adalah kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Prinsip-prinsip KOPMA UNISBA:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  3. Pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas modal.
  5. Kemandirian
  6. Pendidikan perkoperasian
  7. Kerjasama antar koperasi
  8. Kepedulian terhadap masyarakat

Kedudukan dan Alamat

Kopma Unisba berkedudukan di Kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA), Jalan Tamansari No. 1 Kecamatan Bandung Wetan, Kotamadya Bandung Provisi Jawa Barat Indonesia.

Alamat Kantor:

Jalan Tamansari No. 1 Bandung 40116

Jawa Barat – Indonesia

Telp : 0851-0081-0299

Email : unisbakopma@gmail.com

Sejarah

SEJARAH KOPMA UNISBA

Koperasi Mahasiswa Unisba pada mulanya benama Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (KKM) dan berdiri pada tahun 1983 dengan akta pendirian 7794/BH/DK-10/1 pada tanggal 14 Juni 1983 dengan jumlah anggota sebanyak 100 orang. Kemudian pada tahun 1991 KKM berganti nama menjadi Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan keanggotaan berjumlah 1727 orang.

Pada saat didirikan anggota Kopma terdiri dari Mahasiswa dan alumni yang secara sukarela menjadi anggota. Kemudian pada tahun 1991 terjadi perubahan sesuai dengan diperbaharuinya AD/ART, bahwa yang berhak menjadi anggota Koperasi Mahasiswa adalah Mahasiswa Unisba.

Pada awal berdirinya bidang usaha yang dibangun adalah toko buku dan kantin sejalan dengan waktu yang terus berjalan aktifitas usaha mulai berkembang menjadi sebuah mini market dan mini café, usaha yang dijalankan berikutnya adalah export barang keramik dan sepatu ke Singapura pada tahun 1986 sekaligus meraih predikat Koperasi Teladan Tingkat Kotamadya Bandung, Pendirian wartel pada tahun 1990, Pendirian foto copy dan percetakan dilakukan pada tahun 1995 bersama dengan mendirikan industri kecil perajutan sweater bekerjasama dengan pengusaha kecil dan pada tahun 1997 mendirikan rental internet.

Sejak 1999 Kopma Unisba mulai memberlakukan penerimaan anggota secara sukarela, setelah sebelumnya menggunakan sistem penerimaan anggota secara wajib bagi setiap mahasiswa baru Unisba. Hingga saat ini sistem penerimaan anggota secara sukarela masih dijalankan. Setelah penerimaan anggota baru dilanjutkan dengan Pendidikan dan program magang dan asistensi di Kopma Unisba, semua itu dilakukan sebagai proses kaderisasi dan persiapan anggota memahami dan mempelajari cara mengelola dan mengembangkan sebuah wirausaha. Dalam proses kaderisasi dibentuklah suatu wadah di bawah struktur bidang pengembangan sumber daya manusia bernama Business Student Club (BSC) dan diganti menjadi CSG (Cooperative Student Group) sampai saat ini. Kegiatan non usaha selanjutnya adalah menjadi Pembina koperasi di beberapa kampus di Bandung, menjadi Pembina koperasi pedagang kaki lima, menjadi Pembina dan pengelola bantuan bergulir dari Pemda Dati II Kota Bandung ke pengusaha kecil, menjadi Anggota Koperasi Pemuda Indonedia (KOPINDO), menjadi anggota Asosiasi Bisnis Koperasi Mahasiswa Jawa Barat (ASBIKOM).

Pada tahun 1998 Kopma Unisba mendapatkan bantuan pembinaan dari BUMN Pertamina dan kerjasama dengan  BUMN lainnyaterus diupayakan diantaranya dengan PT. Telekomunikasi Tk, PT. Pos Indonesia, PT. Indosat dan Bank BNI. Kerjasama dengan Departemen Koperasi Kodya Bandung, dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kodya Bandung, kerjasama dengan pihak swasta terus dilakukan diantaranya bank BTN, PT. Djarum, Bank Bukopin, PT. Sosro dan rekanan bisnis lainnya.

Dalam keberlangsungan kegiatan non usaha pada saat ini diarahkan melalui pelatihan-pelatihan usaha, manajemen usaha, pendidikan koperasi, pembinaan-pembinaan, pengembangan sumber daya manusia dan kegiatan yang secara langsung dapat dinikmati ole anggota maupun oleh masyarakat disekitar lingkungan Kopma Unisba

 

UNISBA COOP NEWSLETTER

 

Koperasi Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Kopma Unisba) merupakan Koperasi yang berada di wilayah kampus dan beranggotakan mahasiswa aktif Unisba.

Dalam setiap bulannya, Kopma Unisba selalu mengadakan kegiatan untuk Anggotanya. Rangkaian kegiatan kopma dalam setiap 3bulan akan di share dalam bentuk buletin. Adapun kegiatan selama 3 bulan (Juli-Oktober) yaitu:

  1. Study Comparative. Kopma Unisba mengunjungi  Kokesma ITB yang dihadiri oleh Pengurus, Pengawas, dan Anggota Kopma Unisba.
  2. Pendidikan Menengah (Dikmen). Dikmen merupakan pendidikan lanjutan dari Pendidikan Dasar (Diksar). Syarat untuk mengikuti Dikmen yaitu telah mengikuti kegiatan Diksar. Dikmen pada bulan Oktober kemarin Kopma Unisba bekerjasama dengan Bank Indonesia. Untuk Tema Dikmen, “Membentuk Generasi Yang Berkualitas dan Berjiawa Koperasi di EraMilenial” di bahas dengan konsep seminar. Adapun materi yang di sampaikan yaitu Manajemen Koperasi, Koperasi dan Globalisasi Ekonomi, Kebank sentralan dan ciri-ciri keaslian uang rupiah, dan Kepengurusan dan Kepengawasan.
  3. Kajian Bulanan, merupakan acara rutin bulanan yang diadakan setiap akhir bulan. Tema untuk kajian bulanan bulan September yaitu Memperdalam Ilmu Kewirakoperasian dan Kewirausahaan.
  4. Audiensi. Kopma Unisba mengunjungi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Bandung (BEM-U) pada tanggal24 Juli 2018. Tujuan diadakannya kunjungan ini yaitu ingin memperkenalkan kepengurusan Kopma Unisba, Program Kerja, Bidang Usaha. dan juga silaturahmi kepada BEM Unisba.
  5. Pengajian Keislaman yang diadakan oleh Staf PSDA dan Staf Personalia pada bulan Oktober kemarin mengangkat Tema “Dicari Pemuda BAPER (Bawa Perubahan) yang bertempat di Mesjid Al-Asyari Unisba dengan menghadirkan pemateri dari Ketua Umum BOMPAI Unisba, Kang Ilham Adi Prassetia.
  6. Penerimaan Anggota Baru dan Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Penerimaan Anggota Baru dibuka sampai pertengahan bulan November. Untuk pendaftaran anggota baru,cukup membayar Rp.50.000. Rinciannya yaituSimpan Wajib Rp. 25.000, Simpanan Pokok Rp.10.000 dan Kartu Anggota+Souvenir Rp.15.000. dan untuk Anggota baru diwajibkan  untuk mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) dengan membayar pendaftaran sebesar Rp.230.000 yang bertempat di Unisba Ciburial. Pembagian SHU untuk Anggota Lama masih dibuka sampai bulan Desember 2018

 

Kopma Unisba adalah Jenis Koperasi Konsumsi. Olehkarena itu, Kopma Unisba memiliki berbagai macam usaha yaitu diantaranya Mini Cafe yang menjual berbagai macam makanan, minuman, ice cream, membuka jasa catering untuk acara-acara, dll. Kedua, ada usaha Mini Market yang menjual berbagai macam Alat Tulis Kantor seperti Buku, Pulpen, Pensil, Folio, Penghapus, Amplop, Binder, dll. Tersedia juga AlatRumah Tanggaseperti Sapu, Tempat sampah, Sabun, dl, dan juga membuka jasa pemesanan Seminar Kit. Ketiga ada usaha Fotocopy yang menyediakan jasa Printing, Laminating, Jilid, dll. Keempat, ada Usaha Perdagangan Umum yang membuka banyak sekali jasa. diantaranya jasa percetakan Banner, Pembuatan Kaos, kemeja lapangan, baju formal, Kartu Nama, Id Card, Brosur, dan lainlain.

Mengenal Koperasi Mahasiswa Lebih Dalam

Sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1 Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Oleh karena itu, koperasi mempunyai peranan cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai ekonomi terbatas.

Tujuan dari koperasi adalah untuk mensejahterakan anggotanya atau masyarakat. Sudah jelas berarti ikut membangun perekonomian negara dan asas yang diterapkan adalah asas kekeluargaan. Sama halnya seperti Koperasi Mahasiswa. Letak dari koperasi tersebut berada di kalangan mahasiswa yang dimana selain turut memajukan ekonomi rakyat mahasiswa menjadi memiliki jiwa-jiwa yang siap untuk terjun kemasayarakat karena telah memiliki pengalaman perkoperasian.

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) adalah koperasi yang berbasis mahasiswa dimana anggota, pengurus dan pengawasnya adalah mahasiswa.

Karena Kopma berbasis mahasiswa maka: Anggota Kopma adalah mahasiswa-mahasiswa yang terdaftar dalam keanggotaan kopma. Syarat untuk menjadi anggota Kopma adalah mahasiswa harus memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib untuk digunakan Kopma menjalankan kegiatan usaha. Jika usaha Kopma mendapatkan keuntungan maka anggota akan mendapatkan persentase keuntungan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Pengurus Kopma adalah para anggota Kopma yang telah ditunjuk dan disepakati oleh seluruh anggota sebagai pengurus pada Rapat Anggota. Pengurus memiliki kewajiban untuk mengelola koperasi, menjalankan usaha, dan menjalankan kegiatan pendidikan untuk anggota Kopma. Badan Pengawas adalah para anggota Kopma yang ditunjuk dan disepakati oleh anggota sebagai pengawas dalam Rapat Anggota. Pengawas bertugas mengawasi kinerja para pengurus Kopma. Mekanisme pengawasan yang di atur dalam UU (25 th. 1992) Koperasi adalah dengan membentuk badan pengawas.

Kopma memiliki kewajiban untuk mendidik mahasiswa bagaimana cara untuk berkoperasi, belajar berwirausaha, dan menjalankan usaha. Nilai plus yang didapatkan di kopma selain tiga hal tersebut adalah kader bisa belajar bagaimana berorganisasi, mengelola keuangan, menjalankan kegiatan pendidikan dan mengelola administrasi.

Secara umum koperasi dibentuk untuk melayani kebutuhan anggota. Maka begitupun kopma, kopma dibentuk untuk melayani kebutuhan mahasiswa (anggota).

Usaha-usaha yang ada dikopma pada umumnya adalah apa yang menyangkut kebutuhan dari mahasiswa, yaitu: minicafe, minimarket, fotocopy dan perdagangan umum.

Mengenal Koperasi Mahasiswa Lebih Dalam

 

 

 

Sesuai dengan Undang Undang No. 17 Tahun 2012 pasal 1 Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi. Oleh karena itu, koperasi mempunyai peranan cukup besar dalam menyusun usaha bersama dari orang-orang yang mempunyai ekonomi terbatas.

Tujuan dari koperasi adalah untuk mensejahterakan anggotanya atau masyarakat. Sudah jelas berarti ikut membangun perekonomian negara dan asas yang diterapkan adalah asas kekeluargaan. Sama halnya seperti Koperasi Mahasiswa. Letak dari koperasi tersebut berada di kalangan mahasiswa yang dimana selain turut memajukan ekonomi rakyat mahasiswa menjadi memiliki jiwa-jiwa yang siap untuk terjun kemasayarakat karena telah memiliki pengalaman perkoperasian.

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) adalah koperasi yang berbasis mahasiswa dimana anggota, pengurus dan pengawasnya adalah mahasiswa.

Karena Kopma berbasis mahasiswa maka: Anggota Kopma adalah mahasiswa-mahasiswa yang terdaftar dalam keanggotaan kopma. Syarat untuk menjadi anggota Kopma adalah mahasiswa harus memiliki simpanan pokok dan simpanan wajib untuk digunakan Kopma menjalankan kegiatan usaha. Jika usaha Kopma mendapatkan keuntungan maka anggota akan mendapatkan persentase keuntungan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Pengurus Kopma adalah para anggota Kopma yang telah ditunjuk dan disepakati oleh seluruh anggota sebagai pengurus pada Rapat Anggota. Pengurus memiliki kewajiban untuk mengelola koperasi, menjalankan usaha, dan menjalankan kegiatan pendidikan untuk anggota Kopma. Badan Pengawas adalah para anggota Kopma yang ditunjuk dan disepakati oleh anggota sebagai pengawas dalam Rapat Anggota. Pengawas bertugas mengawasi kinerja para pengurus Kopma. Mekanisme pengawasan yang di atur dalam UU (25 th. 1992) Koperasi adalah dengan membentuk badan pengawas.

Kopma memiliki kewajiban untuk mendidik mahasiswa bagaimana cara untuk berkoperasi, belajar berwirausaha, dan menjalankan usaha. Nilai plus yang didapatkan di kopma selain tiga hal tersebut adalah kader bisa belajar bagaimana berorganisasi, mengelola keuangan, menjalankan kegiatan pendidikan dan mengelola administrasi.

Secara umum koperasi dibentuk untuk melayani kebutuhan anggota. Maka begitupun kopma, kopma dibentuk untuk melayani kebutuhan mahasiswa (anggota).

Usaha-usaha yang ada dikopma pada umumnya adalah apa yang menyangkut kebutuhan dari mahasiswa, yaitu: minicafe, minimarket, fotocopy dan perdagangan umum.

 

MAKE UP BY FUJI

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

About Makeup by Fuji

Melihat perkembangan teknologi informasi di era globalisasi pada saat ini segala macam informasi dengan mudah  didapatkan melalui media, salah satunya yaitu Youtube. Berawal dari kegemaran dengan dunia kosmetik ditambah dengan adanya media sosial Youtube yang menjadi salah satu tempat saya belajar mengenai cara bermakeup. Dengan terus belajar melalui tayangan-tayangan beauty vlogger  saya mulai mengerti dengan segala jenis kosmetik dan tahapan bermakeup yang benar itu seperti apa. Saya pun memiliki keberanian untuk mencoba belajar dengan mencari model untuk dijadikan percobaan makeup. Ternyata respon yang didapatkan begitu positif sehingga dari situlah saya Fauzia Naufar sekitar di awal tahun 2016 mulai serius untuk mendirikan usaha sebagai makeup artist (MUA).  Nama Makeup by Fuji sendiri diambil dari kata makeup yang artinya kosmetik dan Fuji adalah nama panggilan saya sendiri. Kini Makeup by Fuji akan membantu kalian para wanita yang ingin tampil dengan riasan cantik disegala acara yang akan kalian kunjungi seperti : Birthday Party, Engagement, Graduation, Prewedding Photo, Photoshoot dll.

For More Information : Instagram @makeupbyfuji